Kata Dokter, Bidan, Perawat sepertinya tidak asing lagi ditelinga kita. Ciri khasnya berseragam warna putih, Dokter mengobati penyakit, Bidan membantu proses kelahiran, dan perawat yang merawat orang sakit. Mereka bekerja dirumah sakit atau buka praktek sendiri (Dokter dan Bidan). Yang terpopulernya ya dokter, begitu banyak orang yang bercita-cita menjadi dokter, Profesi yang sangat menjanjikan kesuksesan, kekayaan, dan pamor yang tinggi dimasyarakat.

Lihat saja, pelajar –pelajar yang baru tamat SLTA berbondong-bondong bersaing memperebutkan satu kursi di Fakultas kedokteran. Untuk bisa lulus selain pintar kantong juga harus tebal. Bagi yang dari awal udah merasa tidak sanggup kuliah di kedokteran atau yang tersingkir saat ujian masuk, kalo masih berminat bekerja di bidang kesehatan pastinya nyari kuliah yang ada hubunganya dengan dunia kesehatan seperti Keperawatan dan Kebidanan.

Jumlah Dokter, Bidan dan Perawat sekarang sudah banyak jadi untuk mendapat posisi di rumah sakit atau mendapat pasien (bagi yang buka praktek) harus bersaing dengan yang satu profesi. Jika ketiga profesi ini masih tetap tinggi peminatnya untuk beberapa tahun yang akan datang persaingan di dunia kerja akan semakin ketat lagi. Tidak selamanya jadi lulusan sekolah kesehatan akan memperoleh pekerjaan dengan mudah.

Disini saya ingin mengenalkan satu profesi masih dalam dunia kesehatan yang lapang kerjanya masih luas dan saingannya belum terlalu banyak. Profesi itu adalah Analis Kesehatan.

Analis kesehatan dapat bekerja di semua laboratorium yang berhubungan dengan kesehatan seperti di lab Patologi anatomi, lab patologi klinik, lab forensic, lab mikrobiologi, lab imunologi, lab kimia kesehatan, dll.  Baik itu di rumah sakit, laboratorium kesehatan milik pemerintah, lab-lab klinik swasta, BPOM, laboratorium perusahan makanan/minuman, dan instansi-instansi lain yang ada laboratorium kesehatanya.

Semakin maju ilmu pengetahuan dan teknologi, kualitas layanan kesehatan semakin meningkat. Dengan adanya laboratorium diagnosis yang diberikan dokter akan lebih akurat tidak hanya sebatas dilihat dari gejala klinis, perkembangan penyakit bisa dipantau, pemilihan obat yang untuk suatu penyakit, dan masih banyak lagi kegiatan dilaboratorium yang sangat bermanfaat bagi dunia kesehatan.

Jumlah analis kesehatan masih sedikit sementara seiring dengan perkembangan IPTEK jumlah laboratorium kesehatan semakin bertambah banyak sehingga tenaga analis kesehatan sangat dibutuhkan. Jumlah analis kesehatan yang sedikit itu disebabkan karena memang sekolah untuk calon-calon analis kesehatan ini masih sangat jarang, yang berstatus negri dapat dihitung jari (di Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha loading...